Berdasarkan SNI 7277.1: 2008 Istilah dan definisi – Bagian 1: Sarana Penangkapan ikan, alat bantu penangkapan ikan adalah alat yang digunakan untuk mendukung kegiatan penangkapan ikanbrock bowers jersey custom sublimated hockey jerseys nike air jordan 1 elevate low jock strap blundstone uomo bouncing putty egg dallas cowboys slippers mens bouncing putty egg yeezy boost 350 v2 hyperspace custom youth nfl jersey penn state jersey jordan proto max 720 custom stitched nfl jersey custom youth hockey jerseys blundstone uomo yang meliputi: perlengkapan penangkapan, alat pengumpul ikan, alat pendeteksi dan instrument nautika.
Berdasarkan sifat dan fungsinya alat bantu penangkapan digolongkan ke dalam 3 kelompok yaitu :
- Alat bantu yang sifatnya mengumpulkan ikan (aggregating fish device) pada suatu tempat sehingga mudah ditangkap. Contoh : rumpon, lampu (permukaan atau bawah air). Alat bantu jenis ini umumnya pasif atau dipasang menetap pada suatu tempat. Aplikasinya dapat dilihat pada purse seine, yang memakai rumpon pada siang hari atau lampu pada malam hari .
- Alat bantu yang sifatnya secara langsung mencari keberadaan ikan atau menentukan jenis sumberdaya ikan yang ada di dalam perairan. Contoh : fish finder atau echosounder. Teknologi ini berkembang dengan cepat dan digunakan pada alat tangkap ikan dasar atau ikan tengah perairan. Jaring tarik (trawl) adalah salah satu jenis yang memakai teknologi ini.
- Alat bantu yang sifatnya secara tidak langsung dapat membantu menentukan daerah penangkapan ikan. Contoh : teknologi marine remote sensing. Teknologi ini dapat membantu nelayan untuk menentukan daerah penangkapan.
Permen KP No.18 Tahun 2021 mengatur penggunaan lampu sebagai alat mengumpulkan ikan berdasarkan kelompok dan jenisnya. Jenis alat bantu penangkapan ikan lampu dan karakteristiknya adalah sebagai berikut:
- Lampu Pijar
Lampu pijar tergolong lampu listrik generasi awal yang masih digunakan hingga saat ini. Filamen lampu pijar terbuat dari tungsten (wolfram), bola lampu diisi gas. Bentuk standar lampu pijar ditunjukkan pada gambar 5 sedangkan modifikasi material maupun pewarnaan gelasnya kini makin bervariasi.

(Sumber: Muhaimin, 2001)
Prinsip kerja lampu pijar adalah ketika ada arus listrik mengalir melalui filamen yang mempunyai resistivitas tinggi sehingga menyebabkan kerugian tegangan, selanjutnya menyebabkan kerugian daya yang menyebabkan panas pada filamen sehingga filamen berpijar. Lampu pijar terbagi atas 3 jenis yaitu:
- Lampu filamen karbon
- Lampu wolfram
- Lampu halogen
2. Lampu Fluoresen
Lampu fluoresen (TL= tubelair lamp) termasuk lampu merkuri rendah (0,4 Pa) yang dilengkapi dengan bahan fluoresen. Cahaya yang dipancarkan dari lampu adalah UV (termasuk sinar tak tampak). Untuk itu bagian dalam tabung lampu dilapisi dengan bahan fluoresen yang berfungsi mengubah UV menjadi sinar tampak. Disamping itu pada bahan fluoresen ditambahkan senyawa lain yang disebut aktivator.
Didalam tabung lampu fluoresen terdapat merkuri dan gas inert seperti ditunjukkan pada Gambar Fungsinya adalah memperpanjang umur elektroda karena keberadaan gas tersebut dapat mengurangi evaporasi, pengendali kecepatan lintasan elektron bebas sehingga lebih memungkinkan terjadinya ionisasi merkuri, dan memudahkan lewatnya arus didalam tabung khususnya pada temperatur rendah.

(Sumber: Muhaimin, 2001)
3. Lampu Natrium
Lampu Natrium dibedakan berdasarkan tekanan gas didalam tabung pelepasannya menjadi 2 yaitu lampu natrium tekanan rendah (SOX) dan lampu natrium tekanan tinggi (SON). Konstruksi lampu natrium seperti ditunjukkan pada Gambar 9. Natrium padat dan gas Neon diisikan pada tabung U (pada gambar diatas). Natrium akan menjadi gas setelah mendapat pemanasan pada waktu kerja awal.

(Sumber: Muhaimin, 2001)
4. Lampu merkuri tekanan tinggi
Lampu merkuri tekanan rendah cahaya yang sebagian besar dihasilkan adalah UV. Jika tekanan gas didalamnya diperbesar hingga menjadi 2 atm barulah dihasilkan sinar tanpak. Konstruksi merkuri tekanan tinggi (MBF atau HPL) seperti tampak pada Gambar terdiri dari 2 tabung yaitu tabung dalam yang berisi gas neon dan argon bertekanan rendah yang dilengkapi 2 elektroda, dan tabung luar yang berfungsi mereduksi panas yang dipancarkan.

(Sumber: Muhaimin, 2001)
5. Lampu Metal Halida
Lampu Metal Halida (MBI atau HPI) dikategorikan menjadi 3, yaitu : Lampu Tiga warna menggunakan metal : Na, TI, In. Lampu jenis ini memancarkan 3 warna yaitu hijau, kuning dan biru yang komposisinya tergantung jumlah iodida dan temperatur kerja.
Lampu Spektrum Multi Garis menggunakan metal scandium (Sc), disprodium (Dy), thalium (TI), dan holmium (Ho). Lampu Molekular menghasilkan spektrum kuasi menggunakan senyawa stanum Iodida dan stanum klorida.
6. Sumber Cahaya Electroluninesen
Electroluminescent dapat didefinisikan sebagai emisi cahaya hasil dari eksitasi di dalam suatu padatan. Efek tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan medan listrik pada bahan kristalin yang mempunyai sifat pemendaran khusus dan dapat dikontrol. Hingga saat ini terdapat 2 sumber cahaya electroluminescent yaitu: light emiting diode (LED) dan panel electroluminescent.
LED adalah bahan semikonduktor yang mengeluarkan cahaya ketika arus listrik melaluinya. Sebagaimana dioda lainnya LED terdiri dari pasangan bahan semikonduktor P dan N seperti ditunjukkan pada gambar
