100
0

#ABPI – Penggunaan Lampu Pengumpul Ikan

100
0

Penangkapan ikan dengan lampu (fishing with light) memiliki sejarah panjang setidaknya sejak abad ketujuh, ketika obor kayu digunakan. Sejak saat itu, teknologi lampu terus berkembang untuk menghasilkan sumber cahaya buatan (artificial light) yang semakin kuat (Heui Chun An, 2013). Sementara di Indonesia, perkembangan perikanan lampu di Indonesia dipelopori oleh nelayan di perairan Sulawesi Selatan yang menggunakan bagan tancap dengan lampu petromaks paborsa prima classe deuce vaughn jersey durex intense vibrations ring deuce vaughn jersey durex intense vibrations ring brock purdy jersey keyvone lee jersey custom dallas stars jersey uberlube luxury lubricant custom sublimated hockey jerseys alpinestars caschi jock strap blundstone uomo oregon football jerseys brock purdy jerseyda era 1950-an (Sudirman dan Musbir, 2009). Semula nelayan harus menghabiskan bahan bakar yang cukup banyak untuk mengejar kawanan ikan, tetapi saat ini nelayan hanya menunggu kawanan ikan berkumpul di area penangkapan. sehingga cahaya lampu menjadi salah satu atraktor, agar ikan berkumpul pada area penangkapan (catchable area). Perkembangan perikanan lampu semakin pesat setelah ditemukannya lampu listrik (lampu merkuri, halogen, fluorescent dan metal halide) yang memiliki iluminasi cahaya lebih tinggi dibandingkan lampu petromaks (Wisudo, et al. 2002).

Penggunaan lampu sebagai alat bantu penangkapan ikan (ABPI) pada kapal penangkap ikan telah diatur dalam PERMEN KP Nomor 18 Tahun 2021, yaitu membatasi dengan total daya (watt) untuk tiap alat penangkapan ikan (API). Ada 13 alat penangkapan API yang diatur, yaitu:

  1. Purse seine pelagis kecil
  2. Purse seine pelagis besar
  3. Bagan perahu
  4. Bouke ami
  5. Bagan tancap
  6. Jala jatuh
  7. Jermal
  8. Pancing cumi
  9. Pancing cumi mekanis
  10. Pocongan
  11. Bagan apung
  12. Bagan tancap
  13. Bagan dorong

    Contoh penggunaan Lampu sebagai alat bantu penangkapan ikan
  1. Bagan berperahu atau Bagan Apung : lampu ≤2.000 watt (lampu Metal halide, Lampu merkuri, Lampu merkuri spolight), kapal diatas 30 GT ( lampu petromak, lampu neon dan lampu merkuri), LACUDA 


2. Bouke ami : lampu ≤8.000 watt – lampu ≤16.000 watt
search light,yaitu cahaya yang digunakan untuk mencarigerombolan ikan, dengan demikian jarak jangkauandari lampu ini sangat jauh, 
attracting fish shoal,yaitu cahaya yang digunakan untuk menarik ikan kedekat kapal, 
leading to fishable area, yaitu cahayayang digunakan untuk menggiring ikan ketempatoperasi penangkapan (di atas jaring) dan 
concentracting fish to middle area,yaitucahaya yangdigunakan untuk mengkonsentrasikan ikan di atasjaring.

  1. Bagan tancap : lampu ≤2.000 watt (lampu LED 60 W, LACUDA) 

lampu 8 buah lampu atas, 1 LACUDA / LED dipasang dalam air 

4.Jala jatuh berkapal : lampu ≤8.000 watt – lampu ≤16.000 watt (pada target cumi : Metal halide 1500 W, Lampu merkuri reflector 1000 W, Lampu merkuri reflektor dengan dimmer 1000 W)

5. Jermal : lampu ≤ 2.000 watt (lampu pijar 60 W) lampu dipasang dibawah pondok jermal untuk memudahkan mengambil hasil tangkapan. Dua lampu lainnya dipadang dalam pondok.

6.

6.Pocongan : lampu ≤ 1.000 watt (lampu neon dengan menggunakan sumber energi listrik yang dihasilkan dari generator set (genset)) (lampu LED permukaan (15 Watt), lampu LED celup (35 Watt)) 

7.Purse Seine : Metal halide 1500 W diatas kapal kiri dan diatas kapal kanan, Metal halide reflektor 1500 W disebelah kiri dan kanan , Metal halide reflektor 400 W yang diletakkan disebelah kiri bawah dan kanan bawah kapal , Lampu bangkrak 1200 W sebagai lampu yang dihanyutkan saat setting

8.Pancing cumi : lampu ≤8.000 watt – lampu ≤16.000 watt (lampu pijar, lampu karbit dan petromaks atau stromking), lampu LED warna putuh dengan 35 watt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *